Bookerfarah8's website

Our website

19
Se
Belajar Menganalisa Prediksi Dalam Pertandingan Bola
19.09.2017 00:52


Saat menonton pertentangan sepakbola pada layar muka kita kadang kala disajikan aktivitas tebak skor yang dijalani para juru. Walau menarik, saya bukan percaya tumbuk skor merupakan sesuatu yang seharusnya dilakukan.

Kalau sepadan untuk fun and games bolehlah, tetapi tentu tidak perlu dianggap serius karena tidak ada kecil logika yang cukup untuk menebak skor akhir satu pertandingan.

Luar biasa dengan mereka siapa menjimbit yang bakal menang -- atau jika pertandingan akan berakhir dengan seri. Menebas seperti itu regular saja dijalani, walau saat akhirnya globe itu luncai sehingga pemenang pun sering kali lengah diprediksi. Kenapa? Karena tersedia tata caranya. Ada logikanya. Ada "di atas kertasnya".

Melalui vokal ini hamba akan kirimkan beberapa tips membuat dugaan yang langsung. Bukan menandakan saya tetap benar di dalam memprediksi satu buah pertandingan. Pasti lah tidak, meski pun dengan sekutil berbangga (sediiiikit saja) abdi memiliki rekor kebenaran prediksi yang sedang tinggi: pada umumnya 3 daripada 4 perkiraan saya setara kenyataan.

2 bulan sebelum terjadi, hamba memprediksi akan terjadi All German final di Perkongsian Champions. Pada final, tergolong di depan beribu-ribu warga Surabaya yang tumpah sebuah kegiatan nonton menyerentakkan, saya meneka Bayern Munich akan menundukkan Borussia Dortmund, dengan skor akhir 2-1, dan Arjen Robben sebagai penentu kelebihan. Sebelum ini saya pun meyakini jika Atletico Madrid akan merebut Copa Del Rey. Final, saya mengibaratkan Belanda mau mengalahkan Nusantara dengan skor 3-0.

Yang ingin saya tekankan di sini adalah; perkiraan bisa betul bisa salah, tapi yang penting satu buah prediksi mutlak harus memiliki dasar mantik atau analisa yang make sense. Tanpa analisa yang benar, 1 buah prediksi hanyalah sebuah roll of the dice, sebuah keberuntungan semata.

Dengan analisa yang betul maka unsur keberuntungan mengecil. Siapa pemenangnya tetap aja tidak bisa diprediksi berdasar pada 100%, malahan prediksi menyerempet skor akhir. Akan tetapi, presentase kemungkinan kesaksamaan prediksi meningkat tajam.

Abdi ajak Dikau untuk mengkritik beberapa bayangan terakhir aku guna meriwayatkan beberapa sendi penting yang saya serius akan produktif bagi Dikau saat mengira memprediksi festival.

Di antara prediksi yang abdi sebut dalam atas, ketelitian soal Atletico saya akui beruntung [karena depakan Real Madrid berkali-kali hal mistar tiang Atletico]. Meski pun demikian siap logika pada belakang dugaan tersebut: Atletico juara meski pun Real Madrid jauh kian berkualitas. Tumpuan masa menggemakan ketidakrukunan pemain Madrid dengan pelatihnya, Jose Mourinho, & bahkan ketidakrukunan di antara pemain sendiri.

Dari media aneh saya menerima kabar jika Ronaldo & Mourinho pun tidak akur (berita mengenai hal ini baru terserondok di Indonesia beberapa zaman lalu). Guna pelatih saya paham betul arti kesejahteraan tim di dalam dan pada luar vak dan dampaknya bagi performa tim. Hal ini ditambah faktor Falcao yang selagi on fire, yang memproduksi saya keji memilih Atletico sebagai pemimpin.

Tips antisipasi 1: Pertimbangkan suasana di tim, bahkan saat sebuah turnamen berlaku di mana pemain mesti terus rapi tanpa mampu menghindari rekan-rekannya.

Tip bayangan 2: Pertimbangkan kemonceran striker. Saat turnamen berlangsung ataupun saat festival cup, kemonceran striker begitu menentukan. Ketika pertandingan perkongsian kualitas zaman panjang striker menentukan (bukan kemonceran sesaat), beserta seluruh elemen menyunggi lainnya. Tatkala laga cup/turnamen kemonceran striker lebih menentukan, walau kurnia keseluruhan tim juga harus dipertimbangkan.

Ketika memprediksi kontrol Belanda 3-0 atas Nusantara saya menentang hati nurani. Berdasar pada subjektif saya membela Indonesia tentunya. Namun, saat menggunakan kacamata bertato objektivitas, aku semua wajar setuju jika Belanda suntuk di kepada Indonesia. Kemudian mengapa gak memprediksi skor akhir yang lebih mencocok? Pertimbangannya, Belanda tidak akan teralu bersemangat berbeda dengan Indonesia akan bermain maksimum gairah, dengan demikian akan mampu mereduksi perbedaan kualitas. Menjadi, skor tipis atau raksasa bisa pula diprediksi secara sound logic -- akan tetapi kebenaran skor akhir yang spesifik, yaitu 3-0, ialah keberuntungan semata.

Tips antisipasi 3: Hindari membela satu tim saat membuat dugaan. Kita piawai selalu berhajat tim tajuk mahkota kita menang, tapi saat membuat perkiraan tentu mantik harus diutamakan di untuk fanatisme menawan hati.

Saya tersenyum saat mencerap di satu buah media peluang tentang persamaan-persamaan final Permufakatan Champions tahun ini beserta tahun 1997 saat Dortmund menjadi unggul terakhir bengawan. Banyak pembaca saya tetap terpancing untuk memprediksi kemenangan Dortmund berdasarkan fakta-fakta tersebut. Mereka meleng bahwa fakta-fakta tersebut menarik dan kadang benar memilikinya, namun gak memiliki kolerasi apapun secara pertandingan kesimpulan Liga Champions kali ini. Menghubung-hubungkan sebuah fakta dengan kelurusan hati yang lain merupakan salah satu contoh dari sekian banyak ulah fallacy of logic.

Trik prediksi 4: Jangan terperosok para wartawan yang seringkali mengungkapkan hal-hal yang karakternya sebatas entertainment (menarik), tapi dijual seakan akan gesit menjadi limbung membuat satu prediksi sayembara.

Dalam tulisan yang sama statistik pertandingan rumpang Dortmund vs Bayern pula dimunculkan hingga bertahun-tahun kincit. Karena cerita statistik Dortmund memang mulia saat mengikuti Bayern, banyak yang lantas menilai BVB akan sanggup mengalahkan Bayern di pucuk Eropa. Hal ini menumpurkan. Mengapa? Karena statistik masa "Hindia Belanda" tidak ada hubungannya dengan mutakhir. Statistik asal musim pula biar tidak mampu dengan rambang menjadi tolok ukur. Perkembangan kedua tim mulai pertemuan terakhir perlu dipertimbangkan.

Tips dugaan 5: Gunakan statistik terkini. Artinya, fokuskan perhatian Kamu pada statistik pertandingan jurang kedua kru yang paling dekat dengan saat ini. Selain itu pertimbangkan pula skor pertandingan (menang/seri/kalah) dan performa permainan (impresif/beruntung/naik-turun/dll. ) kedua tim berdasar pada keseluruhan (melawan siapa saja), untuk kurun waktu akhir-akhir ini selalu.

Karena prediksi saya kerap saya munculkan di twitter (@coachtimo), banyak pihak mohon saya meneroka berbagai festival lainnya. Mayoritas saya abaikan atau aku tolak dengan alasan luka paham mengenai kekuatan kedua tim. Kausa saya berikut senafas dengan tips antisipasi berikut.

Tips prediksi 6: Jangan sok tahu. Hindari mencoba-coba membuat antisipasi tanpa dilatar belakangi petunjuk dan pengetahuan yang baik mengenai menyunggi atau perhubungan tersebut. Pada waktu bukan pakarnya English Premiere League, misalnya, hindari memproduksi prediksi tentang MU vs Chelsea. Aku mustahil jadi pakar tentang semua permufakatan yang terdapat. Akui aja.

Tips dugaan 7: Aku juga tidak seharusnya meneka setiap perbandingan. Ada waktunya pertandingan amat sulit diprediksi. Analisa Kamu deadlock. Prosentase kemenangan untuk kedua menjulang menurut Dikau 50-50. Jika sudah amat tahan bangun, hindari mengempa diri menghasilkan prediksi. 888bola.com Dengan demikian prosentase kejituan bayangan anda dengan meningkat.

Sedang banyak pertimbangan lainnya yang bisa & patut dipakai dalam membuat sebuah antisipasi yang berkualitas. Karena keterbatasan tempat beta berhenti sampai di sini dulu.

Ingat: satu prediksi yang berkelas bukan melulu ditentukan oleh kebenaran prediksi ini. Sebuah dugaan yang berkualitas, baik resmi maupun khilaf, seharusnya dinilai dari reason atau poin analisa yang ada pada belakangnya.

Comments


Create your free website at Beep.com
 
The responsible person for the content of this web site is solely
the webmaster of this website, approachable via this form!